Saturday, 21 October 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 23.00 - Minggu Libur
Home » Uncategorized » MISTERI BATU KLAWING
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

MISTERI BATU KLAWING

Ditambahkan pada : May 11th, 2014
*Harga Hubungi Kami
Stock : Tersedia
Kode Produk :
Dilihat : 3,776 kali
Kategori : Uncategorized
Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service Nimas Permata siap melayani dan membantu Anda.

BATU KLAWING

 

Misteri batu Klawing di Kabupaten Purbalingga seolah tak kenal ending

Alam bumi di wilayah purbalingga memang sangat memukau,menarik dan penuh rahasia.Setelah temuan artefak batu prasejarah dan batu mulia jenis ” Le Sang Du Christ ” atau “batu Darah Kristus” oleh para mahasiswa geologi UNSOED , Purbalingga , di DAS Klawing beberapa waktu lalu (diberitakan luas di beberapa surat kabar regional dan nasional antara lain Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Kompas, dan Media Indonesia) , beberapa hari yang lalu mang Okim menemukan variasi lain yaitu batu Panca Warna. bagian luar dari bongkah batu yang dipotret jenisnya jasper hijau Klawing. Masuk sedikit ke dalam, tampak bercak-bercak seperti tetesan atau cipratan darah. Lebih ke dalam lagi, bercak-bercaknya menyatu bagaikan awan kumulus dengan corak memikat dan warna beragam antara lain coklat, kuning, merah, hijau, biru, dan putih ( bukan panca warna lagi tetapi sudah 6 warna – – – ta’ iya ! ). Yang sangat istimewa dari batu di gambar 1 ini adalah kualitas polesnya yang bagaikan cermin yang merupakan ciri dari batumulia high quality !

Di gambar 2 terlihat fenomena yang lebih aneh lagi. Batu hijau Klawing tampak dilengkapi dengan hiasan mineral berwarna putih kehijauan yang memancar begitu indahnya bagaikan sinar mentari. Mang Okim tadinya sempat bingung menebaknya, mineral apakah gerangan. Beruntunglah mang Okim punya simpanan larutan HCl . Mineral yang memancar ini ternyata sangat reaktif dengan HCl sehingga susunan kimianya pastilah dari keluarga besar karbonat . Selain dari itu, mineral ini tergores oleh mineral fluorit yang kekerasannya hanya 4 skala Mohs. Walaupun berat jenisnya belum sempat diuji, mang Okim sudah berani menebak bahwa mineral berstruktur radial ini kira-kira adalah mineral keluarga karbonat jenis Aragonite . Mineral Aragonite semacam ini pernah mang Okim temukan di Singajaya, Garut, dalam urat-urat jasper berwarna merah dan hijau. Di contoh batuan lainnya yang didapat di DAS Klawing , terlihat mineral Aragonite dengan struktur radial yang mengisi lobang-lobang kosong di antara fosil koral yang telah tersilisifikasi ( gambarnya kurang berhasil sehingga tidak dilampirkan ).
Mineral Aragonite yang memancar indah dalam massa dasar batumulia hijau jenis kalsedon hijau / Krisopras ( Chrysoprase ). Kualitas polesnya tidak berbeda dengan Batu Panca Warna pada gambar 1 di atas, bagaikan cermin.
Tidak seluruhnya Jasper Hijau
Hasil uji gemologi terhadap mineral berwarna hijau yang menyelimuti mineral radial Aragonite pada gambar 2 ternyata bukan jenis jasper hijau melainkan kalsedon hijau. Hal ini dibuktikan oleh sifat tembus cahayanya dimana potongan setebal 2 mm yang kemudian dibuat batu permata berbentuk kabocon ternyata tembus cahaya alias translusen. Seperti kita ketahui, batumulia jenis jasper prinsipnya tidak tembus cahaya. Kalau kita ” lanjutkan ” pengujiannya dengan alat refraktometer, hasilnya sungguh menggembirakan karena nilai indek refraksinya sama dengan yang dimiliki Chrysoprase atau Krisopras yaitu sekitar 1,530-1,534. Dengan demikian maka nilai komersialnya tentu lebih tinggi dari sekedar jasper – – – ta’ iya !
Kembali ke yang namanya batu ” Le Sang Du Christ ” yang menjadi populer setelah diberitakan 2 kali di koran Kompas tanggal 15 dan 21 Juni 2009 ( terima kasih kepada Ibu Madina Nusrat, wartawan Kompas Jateng yang meliput kegiatan kuliah lapangan mahasiswa geologi UNSOED di DAS Klawing tanggal 13 dan 27 Juni 2009 ), mang Okim sitir kalimat yang ditulis oleh Walter Schumann dalam bukunya tahun 1979 berjudul : Guide des pierres precieuses, pierres fines, pierres ornementales halaman 128 : ” Des pouvoirs magiques lui furent attribues au Moyen-Age, car ses eclaboussures rouges passaient pour etre des gouttes du sang du Christ ” yang artinya : ” Di abad pertengahan, kekuatan-kekuatan magis dipercaya terkandung dalam batu ini, karena cipratan-cipratan warna merah di dalamnya dianggap sebagai tetesan-tetesan darah Kristus “. Mang Okim sengaja tuliskan kalimat ini karena di internet ada yang mempertanyakan tentang lokasi tempat Kristus disalib, mengapa kok pindah ke Purbalingga, bukannya di Golgotta ?!

KONTAK KAMI ( Fast Respond )
*Kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati!
Hotline : 0271-5991002
SMS Center : 082 227 777 869
BBM : 2B38 07FF
Via Yahoo Messenger :